Perempuan Berdaya, Keluarga Hebat

Ada cerita menarik dari workshop blogger kesehatan hari ini. Seorang pemateri menceritakan sebuah kisah yang tragis. Ceritanya ada seorang  perempuan yang hamil tua. Dalam kondisi hamil tua dan sudah di ambang melahirkan, perempuan ini tidak mendapat penananganan yang tepat. Kondisinya yang sudah membiru dan kejang-kejang dianggap sebagai kerasukan arwah sehingga hanya ditangani dengan semburan air saja. Beruntung nyawanya bisa bisa diselamatkan setelah dibawa ke dokter.

Kisahnya berkaitan dengan betapa rentannya seorang perempuan dalam hal kesehatan sekaligus  mengingatkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang mesti diperbaiki terkait dengan pelayanan kesehatanperempuan.

Kondisi masih banyaknya perempuan yang tidak berani mengambil keputusan sendiri terkait dengan kesehatan dirinya adalah rii. Semua diserahkan kepadabukan dirinya. Atau dalam bahasa lain, masih belum ada kesetaraan gender dalam hal ini. Kondisi ini lah yang menjadi tema workshop Kemenkes hari sabtu, tanggal 22 Desember 2018. Bertepatan dengan hari ibu,  Tema ini mengingatkan akan tanggung jawab yang mesti dipikul, bahkan buat semua orang.

Kesetaraan gender yang dimaksud adalah berkaitan dengan peran dan tanggun jawab yang ditentukan oleh nilai nilai sosial budaya yang be rkembang di masyarakat. Mengapa mesti kesetaraan gender? Karena kesetaraan gender ini pada akhirnya mengarah kepada keadilan gender.

Memangnya terjadi ketidakadilan akibat perbedaan gender itu? Ada beberapa hal yang terjadi di kalangan masyarakat terkait dengan ketidakadilan gender. Beberapa contoh saya sebutkan

Adanya sub ordinasi atau posisi yang dinomorduakan serta bukan poros utama. Artinya dalam hal pengambilan keputusan untuk kehidupannya selalu menunggu pihak lain. Kalau sudah bersuami, menunggu kata putus dari suaminya. kalau belum, biasanya dari pihak ayah. Perempuan juga memikul beban ganda seperti selain menjadi pekerjaan rumah, dia juga mesti ikut membantu mencai nafkah.

 Itu masalahnya padahal jika kita ingin keluarga kita sehat, negara yang kuat harus dimulai dari ibu yang juga sehat serta berilmu. Oleh karena itu beberapa upaya terus dilakukan untuk mengentaskan isue isue kesetaraan gender dalam hal ini.

Beberapa pemberdayaan yang dilakukan dilakukan dari berbagai sisi.

Pertama, dari sisi pendidikan. Perempuan harus berpendidikan daan berperan maksimal dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kedua, Sisi kesehatan : Perempuan harus memiliki derajat keksehatanya bai kdan berperan dalam menneukan derajak kesehata kleuarga untuk mencipatkn generasi penus yang handal dan berkualisi (gizi seimbangdari hamil, balita hinga anak dewasa).

Sisi ekonomi, perempuan harus produktif dan tidak hanya menjadi penunjang ekonomi keluarga saja.

Sisi Politik, berperan aktif serta dapa menyalukan aspirai perempuan, anak lansia dan kelompok rentan lainny.

One Reply to “Perempuan Berdaya, Keluarga Hebat”

  1. Kmrn ikut Danone Blogger Academy ada cerita ttg stunting di Aceh. Masih ada tradisi klo pencari nafkah mendapatkan potongan daging paling besar. Akhirnya pegawai puskesmas beli ayam tiap hari buat komunitas ibu hamil,,, 10 tahun kemudian angka stunting di daerah itu jadi berkurang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.